Blogger Widgets

Kamis, 23 Juni 2016

MEMAHAMI DASAR-DASAR GANGGUAN JIWA



MEMAHAMI DASAR-DASAR GANGGUAN JIWA
Disusun Oleh: Dewi Prastika
NIM: 151001058
Pembimbing: Iswanto Karso Msc,RN



Pendahuluan
Ketika saya mendengar kata gangguan jiwa , dalam fikiran saya adalah seseorang yang dalam kehidupan sehari hari mepunyai perilaku yang berbeda atau tidak normal seperti orang lain pada umumnya.Disini saya akan menceritakan pengalaman gangguan jiwa yang dialami oleh seseorang. Namanya Doni, usianya sekitar 25 Tahun, setelah lulus SMA dia tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi karena faktor ekonomi. Ayah dan ibunya yang sehari-hari bekerja sebagai seorang buruh tani tak cukup mampu untuk membiayainya. Doni dikenal sebagai remaja yang ramah dan wajahnya pun tidak kalah menarik dari remaja yang lainnya. Karena dia tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, akhirnya diputuskanlah dia bekerja sebagai satpam disebuah toko, gajinya pun lumayan untuk dia makan sendiri tanpa merepotkan kedua orangtuanya. Tak jarang pula ketika libur bekerja Doni juga membantu orangtuanya di sawah mengerjakan garapan sawah karena disuruh orang yang mempunyai lahan. Singkat cerita, Doni sejak SMA sudah menjalin status dengan seorang gadis cantik dari tetangga desa sebelah, Mirna namanya. Mereka sudah berhubungan atau berstatus pacaran sejak mereka SMA. Ayah dan ibu doni sudah menganal dengan baik siapa Mirna, karena Ayahnya mirna seorang kepala desa, tetapi ayah dan ibu doni hanya mengenalnya saja, mereka tidak mengetahui kalau ternyata Doni dan Mirna berstatus pacaran, ayah dan ibu doni hanya menganggap bahwa mereka hanya teman SMA, tidak lebih dari itu. Mereka sudah menjalin status pacaran tidak kurang dari 3 tahun. Mirna sekarang sedang kuliah di perguruan tinggi di kota Surabaya. Sesekali mereka bertemu ketika mereka tidak ada kesibukan. Menginjak tahun berikutnya mirna sudah memasuki masa akhir kuliah. Entah bagaimana bisa mereka berstatus sebegitu lamanya, mungkin tak salah lagi karena faktor cinta, ya begitulah anak muda sekarang. Tahun depan umur Mirna sudah berumur 23 tahun, sudah sepantasnya bagi remaja wanita untuk menikah pada usia-usia tersebut. Keseriusan hubungan mereka dapat dilihat dari cara Doni menyikapi dan memahami watak Mirna. Bertepatan saat ulang tahun Mirna, Doni ingin menjalin hubungan lebih serius ke jenjang selanjutnya. Doni pun ingin dan akan melamar Mirna. Mirna pun menyetujuinya dan sangat senang mendengar bahwa dia akan dilamar oleh Doni. Doni lebih semangat untuk bekerja karena dia sadar bahwa dia akan menikahi dan membiayai hidup anak oranglain yang tak lain lagi yaitu Mirna. Akhirnya Doni menceritakan tentang keseriusan hubungannya dengan Mirna kepada orangtuanya. Sedikit terkejut orangtua Doni mengetahui hal tersebut, karena orangtua Doni takut jika kedua hubungan antara Mirna dan Doni tidak akan mendapat restu dari orangtua Mirna. Doni pun tetap yakin dan ngotot terhadap pilihannya. Orangtua doni tidak bisa berbuat banyak dan akhirnya menuruti kemauan Doni untuk melamar Mirna. Setelah beberapa bulan menyiapkan persiapan untuk melamar dan menikahi mirna, akhirnya Doni pun datang dengan keluarganya mendatangi rumah mirna untuk meminta restu orang tuanya. Doni dan orangtuanya bercakap-cakap dengan kedua orangtua Mirna dan menjelaskan maksud tujuan Doni beserta keluarga ke rumah Mirna. Ayah dan ibunya Mirna hanya mengenal Doni sebagai teman sekolah Mirna, tidak lebih dari itu karena ternyata selama ini Mirna tidak mengenalkan Doni bahwa Doni itu pacar Mirna. Ayah Mirna menanyakan tentang pendidikan Doni dan bagaimana kondisi keluarga Doni. Doni pun menjawab dengan jujur, karena dia yakin dengan dia jujur maka orangtua Mirna akan menerima dengan baik lamaran doni untuk anaknya.
Ayah Mirna memang sedikit keras wataknya dan sangat sensitif terhadap pendidikan dan calon pendamping hidup untuk anak tunggalnya tersebut. Ayah Mirna menolak permohonan restu dari Doni untuk melamar Mirna, karena selama ini ayah Mirna sudah merencanakan akan melamarkan atau menjodohkan Mirna dengan anak seorang polisi teman ayahnya Mirna.Alangkah terkejutnya Doni dan keluarganya mendengar perkataan yang baru saja dikatakan oleh ayah Mirna, Doni tetap ingin menikahi Mirna, tetapi semakin Doni berkeras kepala ingin menikahi Mirna semakin ayah Mirna melarang Mirna untuk berhubungan dengan Doni. Akhirnya Doni dan keluarganya pulang meninggalkan rumah Mirna.
Setelah sesampainya dirumah, ayah dan ibu Doni menenangkan hati anaknya tersebut. Doni enggan mendengarkannya dan langsung masuk kamar serta menguncinya. Berhari-hari ia tidak keluar rumah dan sudah tidak mau untuk berkerja lagi. Sesekali ia membuka pintu kamar hanya untuk makan saat ia merasa sangat lapar. Ayah dan ibunya sangat menghawatirkan kondisi anaknya tersebut. Sudah berjalan 1 bulan lamanya Mirna dan Doni tidak ada hubungan dan komnikasi, karena faktor ayah Mirna yang tidak menyukai Doni dan tidak memberi restu kepada hubungan mereka berdua. Bulan berikutnya doni sudah sering berbicara sendiri, bahkan tidak jarang dia menganggap ibunya adalah sosok mirna dan akan diajak menikah, ibunya menangis mengetahui anaknya sudah berperilaku tidak wajar seperti biasanya. Terkadang Doni menangis histeris dan berteriak-teriak di kamarnya. Tubuhnya yang semakin kurus dan tak terurus membuat kondisi Doni terlihat semakin memburuk, ia tak mau mandi, ia tak mau membersihkan diri, sesekali ibunya ingin menyadarkan Doni dari kanyataan yang ditimpanya, Doni hanya melamun, ia tak menjawab apa-apa. Kelakuan Doni hari demi hari semakin menggila, terkadang ia tertawa-tertawa sendiri di kamar, terkadang menangis, dan terkadang seperti orang yang sedang berbicara sendiri. Dengan kondisinya yang memburuk seperti itu banyak tetangga kanan kiri rumah Doni yang sedikit resah karena ulah Doni yang sering berteriak-teriak dan membanting sesuatu yang ada di kamarnya.
Paman Doni menyarakan kepada orangtua Doni, sebaiknya Doni dibawa ke rumah sakit jiwa saja, agar tidak ada yang diresahkan disini dan supaya kondisi Doni segera membaik juga.
Sebenarnya kedua orangtua Doni enggan membawanya ke rumah sakit jiwa, kerana mereka kasihan melihat kondisi Doni yang semakin hari menunjukkan terganggu jiwanya.
Akhirnya dengan berat hati keesokan harinya keluarga Doni membawa Doni ke rumah sakit jiwa. Ayah dan ibu Doni berharap supaya anaknya bisa normal kembali seperti sedia kala dan kondisinya semakin mambaik.
Mungkin karena faktor syok dan depresi yang sangat berat yang dirasakan Doni karena tidak bisa menikahi gadis yang sangat dicintainya sejak dulu, maka hingga saat ini gangguan mental Doni belum bisa disembuhkan hingga saat ini meski dia sudah dibawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan terapi gangguan jiwa.



Isi
Sakit jiwa adalah gangguan mental yang berdampak kepada mood, pola pikir, hingga tingkah laku secara umum. Seseorang disebut mengalami sakit jiwa jika gejala yang dialaminya menyebabkan sering stres dan menjadikannya tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara normal.
Gangguan mental atau penyakit kejiwaan adalah gangguan pola psikologis atau perilaku yang pada umumnya terkait dengan stres atau kelainan mental yang tidak dianggap sebagai bagian dari perkembangan normal manusia. Gangguan tersebut didefinisikan sebagai kombinasi afektif, perilaku, komponen kognitif atau persepsi yang berhubungan dengan fungsi tertentu pada daerah otak atau sistem saraf yang menjalankan fungsi sosial manusia. Gejala utama pada gangguan jiwa terdapat pada unsur kejiwaan, tetapi penyebab utamanya mungkin di badan (somatogenik), di lingkungan sosial (sosiogenik), ataupun psikis (psikogenik).
Ciri-ciri orang yang mengalami sakit jiwa dapat berbeda-beda antara satu sama lain, namun pada umumnya, mereka yang mengalami gangguan jiwa dapat dikenali dari beberapa gejala tertentu. Gejala yang dimaksud seperti perubahan mood yang sangat drastis dari sangat sedih menjadi sangat gembira atau sebaliknya, merasa ketakutan yang secara berlebihan, menarik diri dari kehidupan sosial, kerap merasa sangat marah hingga suka melakukan kekerasan
Penyebab  umum gangguan jiwa yaitu manusia bereaksi secara keseluruhan, secara holistik, atau dapat dikatakan juga, secara somato-psiko-sosial. Gangguan jiwa artinya bahwa yang menonjol ialah gejala-gejala yang patologik dari unsur psikis. Hal ini tidak berarti bahwa unsur yang lain tidak terganggu. Hal-hal yang dapat mempengaruhi perilaku manusia ialah keturunan, usia dan Jenis Kelamin, keadaan fisik, keadaan psikologik, keluarga, adat-istiadat, kebudayaan dan kepercayaan, pekerjaan, pernikahan dan kehamilan, kehilangan dan kematian orang yang dicintai, agresi, rasa permusuhan, hubungan antar manusia, dan sebagainya.
Jenis gangguan jiwa
  • Gamomania
    Gamomania atau obsesi untuk mengajukan pernikahan. Gangguan jiwa jenis ini memang cukup aneh (mungkin Anda juga belum pernah menjumpai atau mendengar gangguan jiwa jenis ini) dimana seseorang yang dikatakan mengalami Gamomania ini biasanya memiliki obsesi mengajukan atau mengajak menikah kepada orang-orang yang berbeda dalam waktu yang sama. Dalam banyak kasus, Gamomania ini dapat memicu terjadinya poligami.
  • Climomania
    Orang yang mengalami Climomania ini akan cenderung memiliki keinginan untuk berlama-lama di atas kasur terlebih kalau sedang musim dingin, penderita Climomania ini mempunyai keinginan atau obsesi untuk selalu ada di atas kasur dalam jangka waktu lama, bahkan bisa sampai seharian. Climomania berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti obsesi tidur. Apakah Anda termasuk ke dalam Climomania?
  • Onomatomania
    Onomatomania tidak kalah menggelikannya dibandingkan gangguan jiwa jenis lainnya, pada penderita Onomatomania ini ia memiliki obsesi untuk mengulang kata-kata khusus karena dianggap menggangu pikirannya.
  • Enosimania
    Enosimania ini mungkin dalam beberapa hal bisa positif karena akan menimbulkan sikap kehati-hatian, perfect, dan lainnya. Namun kalau berlebihan maka akan membuat diri menjadi tidak nyaman.
  • Demonomania
    Demonomania ini sangat erat kaitannya dengan eksistensi makhluk atau alam gaib. Orang yang menderita gangguan kejiwaan jenis ini selalu memiliki perasaan ketakutan yang berlebihan, bahkan ketakutan dirasuki oleh roh jahat dari alam gaib ke dalam tubuhnya. Orang yang mengalami Demonomania ini akan semakin parah setelah ia melihat film-film horor, membaca buku horor atau mendengarakan cerita horor.
  • Aboulomania
    Coba diingat-ingat apakah Anda termasuk orang yang selalu mengalami kesulitan ketika hendak mengambil keputusan terkait suatu hal? Kalau iya, kemungkinan Anda mengidap Aboulomania yang merupakan kondisi dimana seseorang selalu merasa kesulitan ketika hendak mengambil suatu keputusan, bahkan untuk hal yang sederhana sekalipun

Kesimpulan
Disini saya menyimpulkan bahwa gangguan jiwa adalah gangguan yang terjadi pada seseorang yang pada awalnya mempunya pemikiran yang normal(waras) dan perilaku yang normal dan wajar. Tetapi gangguan itu muncul ketika ada rasa keinginan yang tidak bisa dicapai atau impian yang tidak bisa diwujudkan seperti apa yang diimpikan. Faktor-faktor tersebut menjadi pemicu stress dan depresi berkepanjangan jika tidak mendapat tindakan dan solusi secara cepat dan tepat dari orang yang benar. Jika dibiarkan begitu saja maka gangguan jiwa akan terjadi pada orang yang sedang stress dan depresi berkepanjangan seperti halnya yang terjadi pada kasus di atas.

Saran
1. Bagi Masyarakat

Kepada masyarakat yang menganggap penderita gangguan jiwa karena pengaruh ghaib maka perlu diberikan pendidikan kesehatan tentang gangguan jiwa. Selain itu masyarakat harus lebih meningkatkan pengetahuan tentang gangguan jiwa melalui media yang telah berkembang di masyarakat baik media cetak maupun media elektronik.

2. Bagi perawat
Perawat perlu memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang apa itu penyakit gangguan jiwa, bagaimana gangguan jiwa bisa terjadi pada pada seseorang yang awalnya normal, tentang bagaimana tindakan yang tepat saat mengetahui seseorang yang sudah depresi untuk mencegah agar tidak sampai terjadi gangguan jiwa pada orang tersebut dan membuat siaga sehat jiwa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar