MEMAHAMI
DASAR-DASAR GANGGUAN JIWA
Disusun
Oleh: Dewi
Prastika
NIM:
151001058
Pembimbing:
Iswanto Karso Msc,RN
Pendahuluan
Ketika saya mendengar
kata gangguan jiwa , dalam fikiran saya adalah seseorang yang dalam kehidupan
sehari hari mepunyai perilaku yang berbeda atau tidak normal seperti orang lain
pada umumnya.Disini saya akan menceritakan pengalaman gangguan jiwa yang
dialami oleh seseorang. Namanya Doni, usianya sekitar 25 Tahun, setelah lulus
SMA dia tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi karena faktor ekonomi. Ayah
dan ibunya yang sehari-hari bekerja sebagai seorang buruh tani tak cukup mampu
untuk membiayainya. Doni dikenal sebagai remaja yang ramah dan wajahnya pun tidak
kalah menarik dari remaja yang lainnya. Karena dia tidak bisa melanjutkan ke
perguruan tinggi, akhirnya diputuskanlah dia bekerja sebagai satpam disebuah
toko, gajinya pun lumayan untuk dia makan sendiri tanpa merepotkan kedua
orangtuanya. Tak jarang pula ketika libur bekerja Doni juga membantu
orangtuanya di sawah mengerjakan garapan sawah karena disuruh orang yang
mempunyai lahan. Singkat cerita, Doni sejak SMA sudah menjalin status dengan
seorang gadis cantik dari tetangga desa sebelah, Mirna namanya. Mereka sudah
berhubungan atau berstatus pacaran sejak mereka SMA. Ayah dan ibu doni sudah
menganal dengan baik siapa Mirna, karena Ayahnya mirna seorang kepala desa,
tetapi ayah dan ibu doni hanya mengenalnya saja, mereka tidak mengetahui kalau
ternyata Doni dan Mirna berstatus pacaran, ayah dan ibu doni hanya menganggap
bahwa mereka hanya teman SMA, tidak lebih dari itu. Mereka sudah menjalin
status pacaran tidak kurang dari 3 tahun. Mirna sekarang sedang kuliah di
perguruan tinggi di kota Surabaya. Sesekali mereka bertemu ketika mereka tidak
ada kesibukan. Menginjak tahun berikutnya mirna sudah memasuki masa akhir
kuliah. Entah bagaimana bisa mereka berstatus sebegitu lamanya, mungkin tak
salah lagi karena faktor cinta, ya begitulah anak muda sekarang. Tahun depan
umur Mirna sudah berumur 23 tahun, sudah sepantasnya bagi remaja wanita untuk
menikah pada usia-usia tersebut. Keseriusan hubungan mereka dapat dilihat dari
cara Doni menyikapi dan memahami watak Mirna. Bertepatan saat ulang tahun
Mirna, Doni ingin menjalin hubungan lebih serius ke jenjang selanjutnya. Doni
pun ingin dan akan melamar Mirna. Mirna pun menyetujuinya dan sangat senang
mendengar bahwa dia akan dilamar oleh Doni. Doni lebih semangat untuk bekerja
karena dia sadar bahwa dia akan menikahi dan membiayai hidup anak oranglain
yang tak lain lagi yaitu Mirna. Akhirnya Doni menceritakan tentang keseriusan
hubungannya dengan Mirna kepada orangtuanya. Sedikit terkejut orangtua Doni
mengetahui hal tersebut, karena orangtua Doni takut jika kedua hubungan antara
Mirna dan Doni tidak akan mendapat restu dari orangtua Mirna. Doni pun tetap
yakin dan ngotot terhadap pilihannya. Orangtua doni tidak bisa berbuat banyak
dan akhirnya menuruti kemauan Doni untuk melamar Mirna. Setelah beberapa bulan
menyiapkan persiapan untuk melamar dan menikahi mirna, akhirnya Doni pun datang
dengan keluarganya mendatangi rumah mirna untuk meminta restu orang tuanya.
Doni dan orangtuanya bercakap-cakap dengan kedua orangtua Mirna dan menjelaskan
maksud tujuan Doni beserta keluarga ke rumah Mirna. Ayah dan ibunya Mirna hanya
mengenal Doni sebagai teman sekolah Mirna, tidak lebih dari itu karena ternyata
selama ini Mirna tidak mengenalkan Doni bahwa Doni itu pacar Mirna. Ayah Mirna
menanyakan tentang pendidikan Doni dan bagaimana kondisi keluarga Doni. Doni
pun menjawab dengan jujur, karena dia yakin dengan dia jujur maka orangtua
Mirna akan menerima dengan baik lamaran doni untuk anaknya.
Ayah Mirna memang
sedikit keras wataknya dan sangat sensitif terhadap pendidikan dan calon
pendamping hidup untuk anak tunggalnya tersebut. Ayah Mirna menolak permohonan
restu dari Doni untuk melamar Mirna, karena selama ini ayah Mirna sudah
merencanakan akan melamarkan atau menjodohkan Mirna dengan anak seorang polisi
teman ayahnya Mirna.Alangkah terkejutnya Doni dan keluarganya mendengar
perkataan yang baru saja dikatakan oleh ayah Mirna, Doni tetap ingin menikahi
Mirna, tetapi semakin Doni berkeras kepala ingin menikahi Mirna semakin ayah
Mirna melarang Mirna untuk berhubungan dengan Doni. Akhirnya Doni dan
keluarganya pulang meninggalkan rumah Mirna.
Setelah sesampainya
dirumah, ayah dan ibu Doni menenangkan hati anaknya tersebut. Doni enggan
mendengarkannya dan langsung masuk kamar serta menguncinya. Berhari-hari ia
tidak keluar rumah dan sudah tidak mau untuk berkerja lagi. Sesekali ia membuka
pintu kamar hanya untuk makan saat ia merasa sangat lapar. Ayah dan ibunya
sangat menghawatirkan kondisi anaknya tersebut. Sudah berjalan 1 bulan lamanya
Mirna dan Doni tidak ada hubungan dan komnikasi, karena faktor ayah Mirna yang
tidak menyukai Doni dan tidak memberi restu kepada hubungan mereka berdua.
Bulan berikutnya doni sudah sering berbicara sendiri, bahkan tidak jarang dia
menganggap ibunya adalah sosok mirna dan akan diajak menikah, ibunya menangis
mengetahui anaknya sudah berperilaku tidak wajar seperti biasanya. Terkadang
Doni menangis histeris dan berteriak-teriak di kamarnya. Tubuhnya yang semakin
kurus dan tak terurus membuat kondisi Doni terlihat semakin memburuk, ia tak
mau mandi, ia tak mau membersihkan diri, sesekali ibunya ingin menyadarkan Doni
dari kanyataan yang ditimpanya, Doni hanya melamun, ia tak menjawab apa-apa.
Kelakuan Doni hari demi hari semakin menggila, terkadang ia tertawa-tertawa
sendiri di kamar, terkadang menangis, dan terkadang seperti orang yang sedang
berbicara sendiri. Dengan kondisinya yang memburuk seperti itu banyak tetangga
kanan kiri rumah Doni yang sedikit resah karena ulah Doni yang sering
berteriak-teriak dan membanting sesuatu yang ada di kamarnya.
Paman Doni menyarakan
kepada orangtua Doni, sebaiknya Doni dibawa ke rumah sakit jiwa saja, agar
tidak ada yang diresahkan disini dan supaya kondisi Doni segera membaik juga.
Sebenarnya kedua
orangtua Doni enggan membawanya ke rumah sakit jiwa, kerana mereka kasihan
melihat kondisi Doni yang semakin hari menunjukkan terganggu jiwanya.
Akhirnya dengan berat
hati keesokan harinya keluarga Doni membawa Doni ke rumah sakit jiwa. Ayah dan
ibu Doni berharap supaya anaknya bisa normal kembali seperti sedia kala dan
kondisinya semakin mambaik.
Mungkin karena faktor
syok dan depresi yang sangat berat yang dirasakan Doni karena tidak bisa
menikahi gadis yang sangat dicintainya sejak dulu, maka hingga saat ini
gangguan mental Doni belum bisa disembuhkan hingga saat ini meski dia sudah
dibawa ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan terapi gangguan jiwa.
Isi
Sakit jiwa adalah
gangguan mental yang berdampak kepada mood, pola pikir, hingga tingkah
laku secara umum. Seseorang disebut mengalami sakit jiwa jika gejala yang
dialaminya menyebabkan sering stres dan menjadikannya tidak mampu melakukan
aktivitas sehari-hari secara normal.
Gangguan mental atau penyakit
kejiwaan adalah gangguan pola psikologis atau perilaku yang pada umumnya
terkait dengan stres atau kelainan mental yang tidak dianggap sebagai bagian
dari perkembangan normal manusia. Gangguan tersebut didefinisikan sebagai
kombinasi afektif, perilaku, komponen kognitif atau persepsi yang berhubungan
dengan fungsi tertentu pada daerah otak atau sistem saraf yang menjalankan
fungsi sosial manusia. Gejala utama pada gangguan jiwa terdapat
pada unsur kejiwaan, tetapi penyebab utamanya mungkin di badan (somatogenik), di
lingkungan sosial (sosiogenik), ataupun psikis (psikogenik).
Ciri-ciri orang yang
mengalami sakit jiwa dapat berbeda-beda antara satu sama lain, namun pada
umumnya, mereka yang mengalami gangguan jiwa dapat dikenali dari beberapa
gejala tertentu. Gejala yang dimaksud seperti perubahan mood yang
sangat drastis dari sangat sedih menjadi sangat gembira atau sebaliknya, merasa
ketakutan yang secara berlebihan, menarik diri dari kehidupan sosial, kerap
merasa sangat marah hingga suka melakukan kekerasan
Penyebab umum
gangguan jiwa yaitu manusia bereaksi secara
keseluruhan, secara holistik, atau dapat dikatakan juga, secara
somato-psiko-sosial. Gangguan jiwa artinya bahwa yang menonjol ialah
gejala-gejala yang patologik dari unsur psikis. Hal ini tidak berarti bahwa
unsur yang lain tidak terganggu. Hal-hal yang dapat mempengaruhi perilaku
manusia ialah keturunan, usia dan Jenis Kelamin, keadaan fisik, keadaan
psikologik, keluarga, adat-istiadat, kebudayaan dan kepercayaan, pekerjaan,
pernikahan dan kehamilan, kehilangan dan kematian orang yang dicintai, agresi,
rasa permusuhan, hubungan antar manusia, dan sebagainya.
Jenis
gangguan jiwa
- Gamomania
Gamomania atau obsesi untuk mengajukan pernikahan. Gangguan jiwa jenis ini memang cukup aneh (mungkin Anda juga belum pernah menjumpai atau mendengar gangguan jiwa jenis ini) dimana seseorang yang dikatakan mengalami Gamomania ini biasanya memiliki obsesi mengajukan atau mengajak menikah kepada orang-orang yang berbeda dalam waktu yang sama. Dalam banyak kasus, Gamomania ini dapat memicu terjadinya poligami.
- Climomania
Orang yang mengalami Climomania ini akan cenderung memiliki keinginan untuk berlama-lama di atas kasur terlebih kalau sedang musim dingin, penderita Climomania ini mempunyai keinginan atau obsesi untuk selalu ada di atas kasur dalam jangka waktu lama, bahkan bisa sampai seharian. Climomania berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti obsesi tidur. Apakah Anda termasuk ke dalam Climomania?
- Onomatomania
Onomatomania tidak kalah menggelikannya dibandingkan gangguan jiwa jenis lainnya, pada penderita Onomatomania ini ia memiliki obsesi untuk mengulang kata-kata khusus karena dianggap menggangu pikirannya.
- Enosimania
Enosimania ini mungkin dalam beberapa hal bisa positif karena akan menimbulkan sikap kehati-hatian, perfect, dan lainnya. Namun kalau berlebihan maka akan membuat diri menjadi tidak nyaman.
- Demonomania
Demonomania ini sangat erat kaitannya dengan eksistensi makhluk atau alam gaib. Orang yang menderita gangguan kejiwaan jenis ini selalu memiliki perasaan ketakutan yang berlebihan, bahkan ketakutan dirasuki oleh roh jahat dari alam gaib ke dalam tubuhnya. Orang yang mengalami Demonomania ini akan semakin parah setelah ia melihat film-film horor, membaca buku horor atau mendengarakan cerita horor.
- Aboulomania
Coba diingat-ingat apakah Anda termasuk orang yang selalu mengalami kesulitan ketika hendak mengambil keputusan terkait suatu hal? Kalau iya, kemungkinan Anda mengidap Aboulomania yang merupakan kondisi dimana seseorang selalu merasa kesulitan ketika hendak mengambil suatu keputusan, bahkan untuk hal yang sederhana sekalipun
Kesimpulan
Disini saya
menyimpulkan bahwa gangguan jiwa adalah gangguan yang terjadi pada seseorang
yang pada awalnya mempunya pemikiran yang normal(waras) dan perilaku yang
normal dan wajar. Tetapi gangguan itu muncul ketika ada rasa keinginan yang
tidak bisa dicapai atau impian yang tidak bisa diwujudkan seperti apa yang
diimpikan. Faktor-faktor tersebut menjadi pemicu stress dan depresi berkepanjangan
jika tidak mendapat tindakan dan solusi secara cepat dan tepat dari orang yang
benar. Jika dibiarkan begitu saja maka gangguan jiwa akan terjadi pada orang
yang sedang stress dan depresi berkepanjangan seperti halnya yang terjadi pada
kasus di atas.
Saran
1. Bagi Masyarakat
Kepada
masyarakat yang menganggap penderita gangguan jiwa karena pengaruh ghaib maka
perlu diberikan pendidikan kesehatan tentang gangguan jiwa. Selain itu
masyarakat harus lebih meningkatkan pengetahuan tentang gangguan jiwa melalui
media yang telah berkembang di masyarakat baik media cetak maupun media
elektronik.
2.
Bagi perawat
Perawat perlu memberikan penyuluhan
kepada masyarakat tentang apa itu penyakit gangguan jiwa, bagaimana gangguan
jiwa bisa terjadi pada pada seseorang yang awalnya normal, tentang bagaimana
tindakan yang tepat saat mengetahui seseorang yang sudah depresi untuk mencegah
agar tidak sampai terjadi gangguan jiwa pada orang tersebut dan membuat siaga
sehat jiwa